Sabtu, 19 Mei 2012

fizr: Knalpot

fizr: Knalpot: Ganti Knalpot F1ZR standart ke AHRS Gak tau knapa motorku tiba-tiba akhir-akhir ini kok banyak asep...

Minggu, 13 Mei 2012

Knalpot

Ganti Knalpot F1ZR standart ke AHRS
Gak tau knapa motorku tiba-tiba akhir-akhir ini kok banyak asep, mau bongkar alias service karburator kok ada perasaan mualess banget. mau je bengkel wis muales plus ra ono duit (gak ada uang), lah tiba-tiba kok dijalan ngeliat motor F1ZR pakai knalpot MAESTRO suarnay merdu bak burung kutilang, wuihh kepincut dadine iki,  ya akhirnya sore-sore cari info kesana-kemari untuk ganti knalpot yang harganya miring tapi kualitas jriing, gak dinyana ada temen nawarin knalpot AHRS, tanpa babibu aku beli knaplot AHRS-nya.
dengan syarat ada uang pengganti sebesar 125 ribu.

Ini penampakan knalpot AHRS for yamaha F1ZR
http://1.bp.blogspot.com/_WP3CqA4i3tU/S7r-06sRUvI/AAAAAAAAAfA/psFM89SS8zs/s400/ahrs-knalpot-f1zr.jpg

Sorri bro kalau photonya kabur-kaburan, lha wong itu hasil jepretan dari SE K750i itupun di malam hari.

Perasaan seneng plus penasaran membuat tangaku gatel dan akhirnya malem itu juga aku bongkar silincernya, maklum pan barang second (bekas) jadinya ya harus di bedah alias diliat-liat njerohannya apakah masih cemetot atau udah merkotot (amburadul).  rupanya masih mulus loh.. muantep tenan
http://4.bp.blogspot.com/_WP3CqA4i3tU/S7r-_Mr_FqI/AAAAAAAAAfQ/WC54IIPydyc/s320/knalpot-f1zr.jpghttp://3.bp.blogspot.com/_WP3CqA4i3tU/S7r-543nlwI/AAAAAAAAAfI/WD47uyFyf9M/s320/slincer-f1zr.jpg
Setelah aku buangin peredam suaranya aku bakar sendiri aja filter sama silincernya pakai kompor gas, biar kerak-keraknya lari semua alias biar bersih, dan ini hasilnya.... eng .. ing..eng
http://4.bp.blogspot.com/_WP3CqA4i3tU/S7r_DeqSDcI/AAAAAAAAAfY/o0bSuXxLd7I/s320/Silincer_f1zr.jpg

Tapi belum tau rencana kapan mau pasang ini knalpot, kuping udah gatel juga neh pingin denger kicauannya, mungkin besok harus ke tukang las dulu, mengingat motorku udah di ubah ke underbond jadinya harus ada tambahan pegangan....... kalau menurut sumber (temen sendiri) pakai knaplot AHRS bisa menghemat bensin loh,  trus larinya juga enteng dan katanya lagi gigi 3 bisa sentuh 100 Kpj kondisi mesin standar (size 50). tinggal tunggu hari aja neh buat ngepasang knalpot AHRS ini
From : Google
Dari : EM Rukhin http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif

Setting Oli

Cara Setting Oli
Ada dua cara mengatur setting oli samping. Cara pertama dengan mengatur putaran mur dalam pompa oli samping. Cara ini ribet, harus bongkar pasang casing pompa oli samping. Cara lebih gampang adalah dengan mengatur mur kabel seperti berikut :
Untuk settingan irit, takikan berada pada bagian bawah. Putar mur kabel kekiri untuk menurunkan takikan.
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/setingan-oli-samping-irit.jpg?w=500&h=374
Setingan irit
Untuk settingan boros, takikan berada pada bagian atas. Putar mur kabel kekanan untuk menaikan takikan.http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/setingan-oli-samping-boros.jpg?w=500&h=374
Setingan boros
Gampang kan, yang rada susah adalah melakukan pengukuran. Contohnya : idealnya 800 ml oli samping seharusnya habis untuk sebulan. Ternyata baru dua minggu sudah habis, berarti boros. Enaknya sih oli samping pakai botol kecil, misal diisi 100 cc oli samping terus diukur berapa liter bensin untuk menghabiskan 100 cc oli samping. Normalnya 100 cc oli samping untuk 5 liter bensin.
td saya coba ide untuk mengarahkan arah saluran masuk saringan udara itu kedepan, tp waktu dirpm tinggi tiba2 mesin mati(mati, trus mesin didalm itu seperti tersedot gt) itu kira2 knp ya? apa karna ada kotoran yang masuk dan tidak terfilter (busa di saringan hawa msh bgs mas)?
setelah mati itu bisa langsung dihidupkan mas.. tp g berani ngebut lg, takutnya lg ngebut trus tiba2 mati lg, bisa bahaya ntar klo ada mobil kencang dibelakang..
itu piston macet. busa di saringan hawa itu apa yah? piston macet bisa karena :
- kurang oli samping
- bensin terlalu irit
- overheat
anjuran di manualnya sih, busa filter dibasahi oli samping terus diperas. Busa filter fizr orisinil cuma 15 rb. Kalau macet langsung kopling, minggir dengan hati2. Dinginkan mesin dulu.
saya bingung motor saya force 1 lansiran 1994 sering luar kota jarak tempuh rata-rata 70 km, memang blok sudah di korek, saya kurang jelas jg ukurannya, masalahnya di kecepatan tinggi mesin/ piston macet padahal oli samping sudah cukup boros, seting karbu pakai main & pilot standar. akselerasi ok, tapi piston macet itu yang bikin tidak PD waktu plintir gas dalam-dalam,
korek blok tidak bikin macet. Mungkin karena :
1. Overheat karena setingan bensin terlalu irit, kalau lebih dari 1 : 35 terlalu irit tuh.
kalau mau ngebut tapi nggak boros banget, pakai PJ 17.5 dan MJ 155.
2. Overheat karena dipapas head blok-nya. Silahkan ukur volume ruang bakar-nya :
 3. Ring seher rusak. Copot blok, periksa ring seher dan sehernya.
4. Setang seher oblag menyebabkan seher goyang. gejalanya mesin bergetar hebat. Copot blok, periksa setang sehernya.
From : Google
By : Mulyanto

Setting Karbulator

Cara Setting Karbulator
Untuk setting irit, optimum atau boros ada pada posisi klip dan setelan stasioner. Bukan pada sekrup bukaan udara. Sekrup udara hanya digunakan untuk mengatur agar pembakaran sempurna (busi warna merah bata).
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2008/12/needle-jet2.png?w=319&h=342&h=342
Jadi tetapkan dulu MJ, PJ dan posisi klip. Posisi klip standard adalah ditengah. Kalau sudah OS 150 – 200 terus mau irit, clip bisa naik ke posisi kedua dari atas. Kalau paling tinggi, khawatir terlalu irit. Kalau irit, blok gampang overheat dan piston-ring bisa macet saat dipake ngebut. Kecuali dipake ibu2 buat ke pasar doang, bolehlah disetel irit habis :).
Cara penyetelan bukaan udara :
1. Putaran sekrup stasioner searah jarum jam hingga stasionernya tinggi. Memutar spekrup stasioner searah jarum jam menyebabkan needle jet terangkat. Sama dengan membuka gas, membuka gas menyebabkan needle jet terangkat. Kenapa harus tinggi dulu? Karena nanti bukaan udara akan ditutup habis, kalau needle jet tidak cukup terangkat maka mesin jadi mati. Jadi needle jet harus cukup terangkat dulu.
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/set-stasioner-tinggi.jpg?w=500&h=374
Sekrup stasioner. Putaran searah jarum jam menyebabkan stasioner semakin tinggi. Putaran arah sebaliknya menyebakan langsam/stasioner makin rendah.
2. Putar sekrup bukaan udara searah jarum jam hingga masuk mentok(menutup). Relama diputar, langsam/stasioner akan menurun. Bila mesin jadi mati, buka sekrup udara 2 putar, kembali ke langkah pertama dan tambahkan langsamnya.
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/set-bukaan-udara-tutup.jpg?w=500&h=374
Putar sekrup bukaan udara searah jarum jam hingga masuk mentok
3. Putar sekrup bukaan udara berlawanan jarum jam(membuka), secara perlahan-lahan. Amati suara stasionernya(suara knalpot/mesin), stasioner akan semakin tinggi seiring sekrup udara dibuka secara perlahan. Putar terus secara perlahan-lahan, dan berhenti saat stasioner tidak mau naik lagi. Kemudian putar sekrup bukaan udara searah jarum jam sebanyak 1/4 putaran.
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/set-bukaan-udara-buka.jpg?w=500&h=374
Putar sekrup bukaan udara berlawanan jarum jam(membuka)
4. Putaran sekrup stasioner berlawanan jarum jam hingga stasionernya turun. Pilih stasioner yang cocok. Stasioner yang cukup/tinggi menyebabkan mesin responsif tapi boros bensin, stasioner yang kurang/rendah menyebabkan bensin irit tapi jadi kurang resposif(kurang tenaga). Selesai sudah jetting karburator-nya.
Kalau sekrup stasioner sudah dibuka banyak atau sampai habis tapi idle-nya ngga mau turun2, itu tandanya jarumnya menggantung. Biasanya disebabkan setingan kabel gas-nya terlalu boros.
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2011/01/setingan-kabel-gas.jpg?w=500&h=374
Kabel gas dapat diatur untuk responsif (langsam tinggi dan boros), atau untuk irit (langsam hampir mati dan irit)
Pada bukaan gas 3/4 hingga full yang berperan adalah pilot jet dan main jet. Jadi yang mau nambah top speed, ganti pilot jet dan main jet. Tinggal beli pilot jet dan main jet baru yg ukurannya lebih besar, terus pasang menggantikan yg lama. Ukuran dratnya sama, yg beda adalah ukuran lobang ditengahnya. Jadi tak ada masalah gonta-ganti MJ/PJ asal speknya memang buat karburator yang sama(Mikuni).
http://mulyantogoblog.files.wordpress.com/2009/03/mj-pj.jpg?w=414&h=250&h=250
·  kalo setelan udara diputer ke kiri kan mesin makin ngeraung ya? sementara kalo makin ke kanan kan jadi mati mesinnya.
nah yg jadi pertanyaan (pertama) saya, apa bener kalo diputer terus ke kiri, motor jadi makin bertenaga namun lebih boros?
sebelumnya saya pake pj 12.5. setelan udaranya cuma 1 3/4 puteran (ke kiri) supaya motor langsung nyala ketika distarter. kurang dari itu, motor susah idup.
sekarang saya coba pake pj 17.5, rencananya untuk nambah tenaga puteran bawah. hasil percobaan saya, setelan udaranya supaya motor gampang nyala adalah 2 3/4 putaran. tp kok konsumsi bensin tetep relatif sama ya? tenaga sih lumayan nambah.
pertanyaan kedua, tentang gas. kalo gas motor saya ditarik secara tiba2 sampe mentok, kok mesin jadi mati ya? keinginan saya sih supaya begitu ditarik, ya rpm mesin juga sesuai dengan bukaan gasnya (spontan gitu).
-diputer terus kekiri makin lean (kering), mesin jadi bergetar jadi terasa makin bertenaga (padahal nggak). Jadi boros karena pembakaran jadi tak optimum.
-pilot jet berpengaruh pada saat motor mulai gerak(mulai bukaan gas) dan pada full throtlle, sementara motor sebagian besar waktunya pada bukaan 1/4 – 3/4. Pada bukan 1/4 – 3/4 yang yang berpengaruh adalah jarum skep atau sekrup stasioner.
-Pantangan fizr adalah dilarang menancap gas tiba-tiba atau melepas gas tiba-tiba. Jadi memang ngga bisa spontan. Malah sebaiknya gas dikocok-kocok (gas diputar depan-belakang), tenaga mesin lebih cepat naik daripada langsung buka habis.
jd harus tengah2 ya mas (ga trlalu ke kiri atw ke kanan) utk dpt setting ideal?
kalo trlalu kiri, kebanyakan udara (kering). kalo trlalu kanan, kebanyakan bensin (basah). gitu bukan?
jd.. saya pikir, kalo mau bertenaga dan boros, diputer makin kanan. kalo mau irit tp tenaga dikorbankan, diputer ke kiri. bener ga?
- setting ideal yah itu. puter kiri terus sampai meraung-nya ngga mau naik lagi. terus putar kanan 1/4 putaran
- boros/iritnya bukan di setelan/sekrup udara tapi di posisi clip jarum dan sekrup stasioner.
Kalau Logika seperti ini bisa diaplikasikan gak ya?
- Katakan jarum pada posisi 5 (paling boros)
- Udara disetting lebih banyak, agar tercapai AFR ideal, agar pembakaran juga sempurna
- Kemungkinan gas akan lebih besar karena pasokan bensin dan udara lebih besar…
Logika ini bener gak? Atau ada yang tidak mungkin waktu setting udara-nya?
jika logika ini benar, maka sebenarnya jarum bisa pada posisi manapun. Dengan syarat setting udara bener…
needle jet bukan hanya mengatur pasokan udara atau bensin saja. Tapi mengatur laju campuran bensin-udara. Memang rada lieur konsep needle jet ini. Jadi ngga bisa dilogika-kan jarum hanya untuk mengatur bensin saja terus setting udara tinggal mengikuti dimana posisi jarum-nya. Kelihatannya jarum ini malah jadi keran terakhir sebelum campuran bensin-udara masuk ke intake mesin.
Saya punya F1ZR 97. pernah di korek bloknya tapi karbunya masih standar. Dulu pernah sampe 120 km/jam, tapi sekarang narik sampe 90 aja udah “mbejeg”.
Kira-kira klo ganti MJ dan PJ kan musti mikuni, nah ukurannya berapa ya mas kira2? Berapa harganya?
Coz mo beli CDI BRT juga.
Mengenai jarum skep, klo di setting irit = bensin keluar sedikit = bahan yang dibakar sedikit = meskipun jettingannya oke tapi apakah max speednya kurang?
MJ/PJ orisinil Mikuni harganya 40 -50 rb, biasanya dijual di bengkel suzuki. MJ/PJ non orisinil harganya 20 – 25 rb, Ini harga 1-2 thn yg lalu. Irit dan jetingannya oke, yah top speed tetap maksimum. Saya pernah nyoba pake PJ 17, MJ = 130. Irit abisss, bisa 1:40. Lari juga bisa 120 km/jam, tapi yah itu mesin terasa banget panasnya di kaki (sempropong) :D. Terus ngga aman buat ngebut lama-lama.
motor saya f1zr 2004 akhir, terakhir bermasalah karena gas suka naik sendiri tanpa ditarik, setelah service bolak-balik bongkar karbu, masala belum selesai, sudah cek membran juga ok. terakhir saran sang mekanik pinggir jalan, motor minta dikorter karena kompresi mesin bermasalah sehingga gas naik sendiri.
coba cek per choke yg di karburator, mungkin sudah putus atau tak berfungsi. Putaran naik ngga berarti jarum skep-nya naik atau karena ada tambahan/bocoran bensin(disebabkan tali gas atau per choke). Tapi juga bisa disebabkan karena ada bukaan/tambahan udara. Coba diset bukaan udara-nya yang gede, biar ngga terpengaruh oleh tambahan udara.
mungkin sama mekanik dilakukan jetting, Harus gimana yah? Yah lakukan jetting sendiri.
1. Cek pasangan kop(tutupnya, yang ada businya) bloknya. Kemungkinan kop ngga terpasang kencang. cek baut2-nya mungkin ada yg sleg. Ganti seal-nya dengan seal kuningan (orisinil) yg baru. jangan pakai lem.
2. cek pilot jetnya, mungkin lubangnya ada yang ditutup kawat, mungkin ditukar dengan ukuran yg kecil. Atau ganti dengan pilot jet baru ukuran 22.5.
3. Atur ketinggian jarum skep di kabel-nya, resikonya jadi tambah boros.
motor saya f1zr th 2004, os 100.
kenapa getaran terasa banget ya, padahal bandul barusan saya center kan, setang sama laher baru umur 6bulanan. saya cek baut2 mesin kencang semua. apa rumah kopling aus bisa penyebab getar juga?
pertanyaan pokok: apa beda nya pemasangan main jet gede klip jarum skep irit sama main jet kecil klip jarum skep lebih boros? dengan asumsi setelan normal ternyata normal semua. bagusan mana yang dipake jika untuk harian jarak jauh?
untuk tenaga lebih unggul yang mana?
penyebab getar biasanya di kruk-as (masalah laher), setang seher dan bensin terlalu irit. Diluar itu saya ngga tahu.
1-main jet gede klip jarum skep irit –> bagus di full throttle, boros bensinnya hanya pas tancep gas penuh.
2-main jet kecil klip jarum skep lebih boros –> bagus di akselerasi dan gas setengah (half throtle), boros di semua bukaan gas.
Harian jarak jauh kalau luar kota berarti jarang macet, bagus yg no 2. Tapi kalau dalam kota, banyak berhenti (stop n go) yah bagusan no 2.
From    : Google
By       : Mulyanto